Sabtu, 06 Juni 2009

MUNGKINKAH SEORANG MUSLIM DAPAT MELEPASKAN DIRI DARI TANGGUNG JAWAB PERJUANGAN ISLAM?

Ukiran sejarah islam masa awal, sungguh tak mungkin dilupakan dari benak seorang muslim yang telah mengikarkan dua kalimat syahadat bahwaisanya tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Alloh dan muhammad adalah utusannya. Masa itu adalah masa dimana sabiquunal awaluun menjejakan kakinya untuk berjuang mati-matian dalam memperjuangkan dien nya yang hakiki dan mereka yakini. Dien itu adalah dien kebenaran, kebenaran yang datangnya dari Alloh, kebenaran yang membawa diri mereka kejalan yang lurus, yaitu jalan dimana para nabi, sholihin dan syuhada menempuhnya. Itulah jalan yang dibimbing wahyu, jalan bimbingan Alloh, jalan yang menerangi dunia dan memberantas kegelapan-kegelapan yang didasarkan pada dugaan, hawa nafsu dan thoghut.

Assabiquunal awwaluun adalah sosok muslim pertama yang telah mencontohkan goresan tinta emas keikhlasan dan keridhoan dalam memperjuangkan tegaknya ajaran yang dibawa oleh Rosululloh. Mereka adalah pejuang pertama yang tiada henti-hentinya menyuarakan genderang kebenaran, menyulut lampu penerang ditengah-tengah gelapnya jahiliyah. Sehingga umat berjalan sesuai dengan fitroh dirinya. Mereka menentang kedzoliman dan kemunkaran. Merekalah contoh ummat yang selalu komitmen dengan ketauhidannya, sehingga seluruh kehidupannya dipersembahkan untuk kepentingan Robb yang satu. Yaitu Alloh yang tiada menerima dan menurunkan hujjah dalam persekutan dengannya, kapan dan dalam hal papun, baik otoritasnya sebagai pembentuk hukum, sebagai penguasa yang abadi, ataupun sebagai hakim yang menghisab seluruh manusia

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرً

Dan Katakanlah: "Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.(QS 17:111)

Ketauhidan seperti inilah yang selalu mereka perjuangkan tanpa henti-hentinya sehingga kemenangan kunjung menyambut mereka atau mereka hancur karenanya. Yaitu ketauhidan absolut dalam segala bidang, baik hukum, kekuasaan atas segala mahluk dan peribadatan hamba-hambanya. Inilah perjuangan yang sejati dalam kehidupan seorang manusia yang telah bersumpah setia kepada Alloh. Menjual diri dan hartanya dipersembahkan untuk Alloh semata, yaitu sumpah setia yang disaksikan oleh ulil amri dan orang-orang yang beriman diantara mereka dan terukir dengan tinta emas dalam lembaran sejarah yang penuh dengan ibroh dan barokah. Mereka saling membela dalam satu barisan yang rapih dan disiplin, itulah figur kesatuan jamaah yang diridhoi Alloh. Alloh berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi[624]. dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, Maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang Telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.(QS 8:72)

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS 9:71)

Pejuang awal ini adalah pjuang yang mengkafiri thoghut dan mengimani Alloh secara kaffah, meninggalkan kepemimpinan thoghut dan pindah mengambil kepemimpinan Alloh, berjuang mempertahankan keimanan di sabilillah, yaitu jalan yang hanya Alloh jadikansatu-satunya otoritas dalam hukum dan kepemimpinan. Merekalah pejuang sejati yang tiada bandingannya, merekalah yang Alloh janjikan dengan rahmat, maghfiroh dan surga yang seluas langit dan bumi.

Dalam perjalan sejarah umat islam yang diawali oleh kelompok Assabiquunal awaluun ini, jelaslah sejak awal-awal umat islam adalah umat yang tidak pernah berhenti memperjuangankan syari’at islam sehingga islam menjadi rahmat bagi seluruh alam dan lenyaplah fitnah dan dien ini hanya milik Allloh semata. Inilah tugas suci yang selalu tergantung disetiap leher seorang muslim. Oleh karena itu setiap muslim dikenakan kewajiban mengislamkan dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsa dan negaranya. Dipundaknyalah perjuangan islam diamanatkan, sampai islam tegak berdiri dengan perkasa diatas dien-dien yang lain, sekalipun orang musyrik, orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang yang berdosa membencinya. amanat inilah yang akan dipertanggung jawabkan pada yaumul hisab

Sebelum islam ini jaya dan menjadi dasar hidup bagi kehidupan seluruh dunia, maka kewajiban ini tak akan pernah dicabut oleh Robbul alamiin. Artinya ketika seorang menjadi muslim dengan pengikraran kalimah syahadahnya maka sejak itulah tertumpu dipundaknya untuk memperjuangkan islam dimuka bumi ini sehingga menjadi dasar hidup bagi kehidupan, bahkan setelah itupun dituntut untuk menjaga dan mempertahankan tetap tegaknya pondasi-pondasi islam yang telah dibangunnya. Disinilah islam mengajarkan bahwa setiap mu’min itu adalah mujahid. Keimanan yang tidak diiringi oleh perjuangan(jihad) fie sabilillahpuh, merupakan iman yang rapuh dan keropos. Oleh karenanya Alloh masih menguji keimanan tersebut. Alloh berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُون

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS 9:16)

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِين

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.(QS 3:142)

Demikianlah ayat tersebut menunjukan betapa pentingnya kedudukan jihad (perjuangan) disisi Alloh dalam pembenaran keimanan seseorang. Inilah barometer, inilah cobaan iman, siapa yang mampu menunaikannya ia akanlulus dan selamat, siapa yang gagal dalam ujian tersebut ia akan celaka.

Lebih dari itu perjuangan merupakan kunci utama dari keagungan dan kemuliaan islam. Oleh karena itu dalam perjalanan sejarah tercatat bahwa ketika amanat jihad ini diabaikan, maka menimbulkkan kehancuran dan keruntuhan ummat islam dibawah jajahan ideologi, politik dan budaya diluar islam apapun namanya. Saat itu ideology islam porak-poranda dicampur adukan bahkan dihilangkan dengan ideology produk ro’yu dan angan-angan kosong ciptaan manusia yang telah menghabiskan dana dan fasilitas lain yang begitu besar untuk menciptakannya. Politik hancur berantakan sehingga umat islam berantakan bagai buih di lautan yang tak berharga, mayoritas hanya statistik dan menjadi bulan-bulanan kekuatan syaithon beserta sekutu-sekutunya. Sungguh mengerikan dan menghinakan. Tak kalah pentingnya lagi budaya islam morat-marit, ummat islam tak lagi mendapatkan lagi budayanya seperti apa yang telah dicontohkan oleh pendahulunya. Budaya yang penuh dengan nilai-nilai kemuliaan yang bisa menentramkan hati.

Perjuangan islam yang kaffah adalah perjuangan yang mengacu kepada terlaksananya hukum-hukum Alloh dan dasar-dasar perjuangannya mengikuti sistem-sistem yang telah digariskan oleh Alloh dan sunnah-sunah yang telah dijalankan oleh para rosul. Untuk inilah lembaran sejarah dituliskkan dalam Al-qur’an. Alloh berfirman:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.(QS 12:111)

Sistem perjuangan islam adalah suatu sistem perjuangan yang tidak mengenal kompromi dengan musuh atau lawan dalam hal kebathilan. Dalam hal ini Alloh menjelaskan secara gambling dalam firmannya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ إِنْ يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُوا لَكُمْ أَعْدَاءً وَيَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوءِ وَوَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ لَنْ تَنْفَعَكُمْ أَرْحَامُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَفْصِلُ بَيْنَكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), Karena rasa kasih sayang; padahal Sesungguhnya mereka Telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu Karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, Karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, Maka Sesungguhnya dia Telah tersesat dari jalan yang lurus. Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir. Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-sekali tiada bermanfaat bagimu pada hari kiamat. dia akan memisahkan antara kamu. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya Telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan Dia; ketika mereka Berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan Telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya[1470]: "Sesungguhnya Aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan Aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami Hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan Hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan Hanya kepada Engkaulah kami kembali."(QS 60:1-4)

Sistem perjuangan sperti inilah yang seharusnya dipegang oleh setiap mujahid yang ingin mengharapkan ridho dan maghfiroh Alloh. Perjuangan ini perjuangan yang berdasarkan kalimat “laa ilaha illalloh” kalimat yang mengandung arti sebagaiman abul a’la al maududi berkata “tiada penguasa atas diriku selain Alloh, tiada pembuat hukum atas diriku selain Alloh dan aku tidak akan tunduk pada suatu pemerintahan, atau mengakui suatu undang-undang, atau pengadilan dunia yang berwenang mengadili perkaraku, dan aku tidak mau tunduk terhadap perintah-perintah diluar perintah Alloh, tidak mau terikat oleh kebiasaan-kebiasaan jahiliyah yang telah turun-temurun menjdi warisan masyarakat, tidak mau menerima apapun yang dianggap luhur atau suci diluar ajaran Alloh dan tidak mau memetuhi kekuasaan yang bertentangan dengan kebenaran illahi. Tetapi aku hanya beriman kepada Alloh, tunduk kepadanya, tidak mau pura-pura patuh terhadap penguasa-penguasa selain Alloh”( manhaj inqilabil islam)

Inilah sistem yang berdiri sendiri tanpa campur tangan orang-orang kafir dan musuh-musuh islam lainnya. Baik secara konsepsi atau dalam pelaksanaan yang tentunya sangat dibenci oleh orang-orang yang tidak ikhlas berjuang, para munafiqin, para kafiriin dan para musyrikiin.

Sellamat berjuang dengan konsepsi Alloh…………

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar