Sabtu, 04 April 2009

DAPATKAH DAULAH ISLAMIYAH DIWUJUDKAN OLEH PERSONIL JIHAD YANG KOTOR?

DAPATKAH DAULAH ISLAMIYAH DIWUJUDKAN OLEH PERSONIL JIHAD YANG KOTOR?

Wahyu illahi yang di dakwahkan oleh Rosululloh SAW bukan semata-mata untuk memberikan pimpinan kepada umat manusia mengeanai uruan akhirat saja,namun juga memberi pimpinan urusan dunia,di utusnya Rosululloh SAW itu adalah selaku seorang pemimpin dan sebagai seorang hakim,yang mengerjakan dua macam urusan:
1. menyampaikan dan menerangkan semua hukum-hukum Alloh kepada umat manusia.
2. menjalankan undang-undang Alloh dan melaksanakan hukum-hukumnya dianumum diantara masyarakat umum dikala itu
sesudah wafatnya nabi SAWpekerjaan yang berhubungan dengan yang pertama telah selesai,yakni tak boleh seorang manusia pun yang berhak mengadakan suatu-undang-undang yang bertalian dengan masalah peribadatan yang khos,baik menambahi atau mengurangi,baik untuk mengharamkan atau untuk menghalalkan sesuatu tidak perlu lagi mengeluarkan fatwa haram dan halal,karena yang halal dan yang haram sangat jelas dalam islam dan pekrjaan syubhat mendekati haram harus ditinggalkan.adapun pekerjaan yang berhubungan dengan urusan yang kedua,perlu adanya seorang wakil ataupun pengganti Nabi untuk melanjutkan berlakunya dan terlaksananya pekerjaan itu dikalangan umat islam secara menyeluruh dan totalitas.
Berhubungan dengan itu,maka diperlukan suatu wadah"Daulah islamiyah"yang akan memberlakukan undang-undang Alloh SWT disegala sektor kehidupan.sudah seharusnya "Daulah islamiyah" harus diwujudkan pada saat seperti ini.namun dapatkah terwujud suatu daulah suci bila personil-personil yang terlibat didalam jihad itu sendiri masih dalam keadaan kotor?

Personil-personil jihad yang kotor

Salah satu fenomena yang menyebabkan gagalnya suatu perjalanan da'wah untuk mewujudkan suatu "Daulah islamiyah" adalah personil-personil jihad yang memperjuangkannya masih terdapat watak-watak kotor yang seharusnya tidak dapat pada perjuangan misi suci ini.hal ini memang merupakan gejala umum,mencemaskan dan kronis.faktor-faktor yang menyebabakan kotornya watak-watak personil jihad ini adalah
1. watak yang tidak disiplin
diantara personil-personil jihad ada yang tidak sanggup dengan keterikatan wadah da'wah.manakala ia merasakan bebannya,ia berusaha berpaling dan membebaskan diri darinya dengan berbagai jalan dan alasan.
"Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". tetapi apabila mereka Telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang Telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. cukuplah Allah menjadi Pelindung(QS 4:81)
Maka bagi personil jihad harus memperhatikan dua macam kedisiplinan
Pertama,disiplin ilmu.Alloh berfirman"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(QS 17:36)
Kedua disiplin shaff(barisan).Alloh berfirman "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh(QS 61:4)


2. kecemburuan terhadap orang lain
memang sudah selayaknya wadah da'wah menghimpun berbagai tingkat dan golongan manusia dalam segala barisannya(shaff)mencakup berbagai level kualifikasi pribadi,kejiwaan,semangat,kecerdasan,dan kemampuan.hal inilah yang menjadikan para aktivis bervariasi dalam pengorbanan.
Akan tetapi karena kecemburuan,kadang-kadang para oknum menolak dan melepaskan keterikatan mereka.terkadang sebagian mereka tertimpa benturan jiwa yang melemparkan mereka keluar barisan atau mendorong mereka untuk mendendam pada wadah sendiri yang dianggapnya sebagai penyebab dari kegagalan
Inilah salah satu sebab yang mengakibatkan penyimpangan dalam perjalanan terwujudnya "Daulah islamiyah"
"ataukah mereka dengki kepada manusia lantaran karunia yang telah diberikan Alloh kepada manusia itu?"(QS 4:45)
"sesungguhnya agama yang diridhoi disisi Alloh ialah islam,tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu,karena kedengkian diantara mereka.barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Alloh,maka sunguh,Alloh sangat cepat perhitungannya(QS 3:19)
3. sikap ekstrim dan berlebih-lebihan
mereka yang membebankan diri diluar kemampuan dan tidak menerima sikap perrtengahan serta bertekad penuh untuk bersikap ekstrim,mereka ini akan mengalamii kesengsaraan jiwa dan iman.hal ini akan mengakibatkan dirinya akan terperosok kedalam jurang kenistaan.karena tidak berpegang teguh terhadap tali agama Alloh(jamaah)secara benar dan pas
"dan perangilah dijalan Alloh orang-orang yang memerangi kamu,janganlah kamu melampui batas,karma sesungguhnya alloh tidak menyukai orang-orang yang melampui batas(QS 2:190)
4. tekanan dari luar
ujian dalam mewujudkan"Daulah islamiyah"merupakan benturan yang palig kuat dan ujian yang paling besar.berapa banyak personil jihad yang akhirnya mengambil jalan mundur dari panggung perjalanan jihad setelah mereka mengalami suatu benturan cobaan dan siksaan.padahal sebelumnya mereka tergolong orang-orang yang sangat bersemangat.tekaknan dari luar ini dapat berupa ujian rayuan dan ujian siksaan yang diberikan leh para musuh-musuh Alloh yang sudah msuk daptar hitam didalam Al quran.
Alloh telah menetapkan bahwa ujian itu tidak bisa dihindarkan dari panggung perjalanan jihad untuk menguji personil-personilnya
"alif laam miim,apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatkan:"kami telah beriman,"sedang merka tidak diuji.dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka,maka sesungguhnya Alloh mengetehui orang-orang yang benar dan sessungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta(QS 29:1-3)
"Dan Sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.(QS 47:31)
5. penyakit hati
mungkin inilah pangkal utama yang menimbulkan watak-watak kotor dalam diri personil jihad yang akan mengacaukan barisan jihad sehingga mengganggu perjalanan da'wah terwujudnya "Daulah islamiyah".mungkin masih banyak dari personil-personil jihad yang kotor hatinya,jiwanya,ruh jihadnya sehingga Alloh enggan untuk memberikan karunianya karena tujuan suci harus dijalankan oleh personil-personil yang bersih.
Kita memang tidak akan pernah menunggu perjalanan jihad harus membersihkan hati sebersih-bersihnya.karena kita tidak akan pernah mencapai hati yang bersih sekali, namun usaha yang maksimal untuk membersihkan hati cukuplah menjadi pegangan melanjutkan perjalanan ini.
Banyaknya hati yang ditempati dan dikuasai oleh penyakit hati,diantaranya merasa paling berjasa dalam berjuang,dan merasa bahwa dirinyalah yang paling benar diantara yang lain, tidak menerima kritikan dari orang lain. maka penuhlah didalamnya dengan was-was,yang mengajak pada mengutamakan duniawi yang akan meruntuhkan ruh jihad yang akhirnya akan menjerumuskan dirinya keluar dari rel perjalanan da'wah terwujudnya "Daulah islamiyah"Alloh SWT berfirman:
" Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta".(QS 2:10)
Rosululloh SAW bersabda"sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal daging maka apabila ia baik maka seluruh tubuh akan baik dan apabila ia rusak maka akan rusak pula seluruh tubuh itu,yang tiada lain ia adalah hati"

6. Mencampur adukan yang haq dengan yang bathil
Talbisul haq bil bathil sebuah fenomena yang merupakan wadah penyakit dari personil-personil ini . Banyak wadah da'wah yang menjalankan perjuangan suci ini dengan mengambil jalan yang tidak sesuai dengan tuntunan syar'I yang di perbolehkan sehingga mengakibatkan personil-personilnyapun ikut terjun kedalam perjalanan talbisul haq bil bathil. Apakah ini ketidak tahuan mereka terhadap langkah atau hanya mengambil jalan lurus dengan alsan da'wah yang fleksible ataukah mungkin mereka takut menghadapi tebing-tebing yang curam dan tajam.
Ketidak tahuan mereka bukanlah suatu alasan, karena tidak mungkin wadah yang berkecimpung dalam medan da'wah tidak tahu jalan mana yang harus di tempuh, bagaimana akan berda'wah sedangkan jalannya saja tidak tahu. Da'wah yang fleksible juga tidak harus mencampur adukan antara yang haq dengan yang bathil, karena da'watul-haq, perjuangan suci, misi suci tidak akan dapat dan mencapai tujuan dengan jalan yang bathil apapun alasannya.
Muangkinkah ketakutan mereka merupakan alasan perjalanan yang mereka lakukan. Sebua penyakit yang keronis, "Al-Wahn" menurut istilah Rosulullah S.A.W apabila personal jihad takut menghadapi tantangan dalam perjuangan ini, tokoh mereka sudah tahu bahwa tidak mungkin perjuangan tidak memerlukan pengorbanan baik harta maupun jiwa, dan Alloh-pun akan menguji personil-personil jihad, sepearti firman-nya si dalam Al-qur'an :
"Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Da bergembiralah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqoroh : 155)
Ingatlah bahwa "Daulah Islamiyah" tidak akan pernah terwujud dengan jalan yang bathil atau mencampurkan jalan yang haq dengan yang bathil.
"Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang bathil dan jangnalah kamu sembunyikan yang haq itu sedang kamu mengetahui."(QS. Al-baqoroh : 42)
Demikianlah sebagian factor-faktor yang menyebabkan timbulnya watak-watak kotor pada personil jihad yang menyebabkan gagalnya perjuangan da'wah untuk mewujudkan "Daulah Islamiyah". Dan personil jihad yang ada hanyalah "Anda datang kemudian pergi meninggalkan ladang ini.

Idealisme karakter Personil jihad

Setelah kita ketahui beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya watak-watak kotor yang menghalangi sebuah perjalanan da'wah, maka alangkah baiknya kita juga mengetahui idealisme karakter personil jihad yang akan menjalankan medan da'wah ini.
Beberapa factor pendukung terbentuknya personil jihad yang idealis sebagai berikut :
1. Aqidah Islamiyah yang benar
Aqidah Islamiyah adalah ikatan sepiritual yang mengikat seseorang dengan Robb-nya. Ia merupakan ikatan yang kukuh, yang taktergoyahkan oleh adanya kerisis materi atau enindasan manusia. Karena ia merupakan ikatan yang terpatri dengan ke mantapan hati dan dan pancaran pemikiran antara sang pejuang sengan da'wahnya.
Aqidah adalah ikatan yang paling kuat yang mengikat antara pejuang dan tujuannya dan berkumpul dalam satu ikatan yang bernama Al-jamaah. "Tidak ada ikatan yang paling kuat selain ikatan Aqidah Islamiyah", demikian Asy-Syahid Hasan Al-Bana mengatakan.
"Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (dien) Alloh dan janganlah bercerai-berai…" (QS Ali-imron : 103)
Personil jihad adalah personil yang memiliki jiwa pengorbanan, yang hidup untuk Al-haq. Bagi personil jihad aqidah adalah segala-galanya, maka sudah selayaknya personil jihad memiliki aqidah yang benar dan pas sesuai dengan tuntunan Alloh dan Rosulnya.
2. Ibadah
sebagai personil jihad hendaknya sadar bahwa penciptaan kita selaku manusia tidak lain adalah beribadah kepada Alloh dengan tidak menyekutukannya dan memurnikan ketaatan hanya kepada Alloh secara mutlak dan totalitas.
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada ku". (QS Adz-Dzariyat : 56)
Dalam pelaksanaan ibadah yang khos para personil jihad hendaknya melakukan ibadah tersebut secara konsisten dimanapun ia berada dan dalam kondisi apapun juga, tanpa ada unsur-unsur keberatan dan sikap meremehkan. jika ibadah tersebut sudah di laksanakan secara utuh, konsisten dan pas sesuai sunnah Rosul, maka denga sendirinya akan teraplikasikani pada personil jihad sebagai tanda bahwa ia memang seorang personil yang akan menjalankan da'wah ini di medan da'wah yang penuh dengan onak dan duri, yang pada gilirannya nanti imannya semakin eksis berada dalam gelanggang da'wah ini demi terwujudnya Daulah Ialamiyah.
"Amal perbuatan yang lebih di cintai Alloh ialah amal yang berkesinambungan, meskipun sedikit". (HR. Muttafaqun alaih)
3. Ahklaq
Dalam upaya membina individu dan pendidikan masyarakat, islam sangat memprioritaskan segi-segi ahklaq dalam pengertian yang luas, seperti benar dalam ucapan dan tindakan, penuh rasa tanggung jawab (amanah), menepati janji, pemaaf, penyantun dan lain-lain. Singkatnya melaksanakan ajaran-ajaran islam secara totalitas (kaffah) itulah ahklaq islam.
Ahklaq dalam islam dibina atas dasar prinsip "mengambil yang utama dan membuang yang buruk", sesuai dengan konsepsi Robbani Iman-Hijrah-Jihad. Maka personil jihad dituntut agar menjauhi hal-hal yang buruk menurut islam. Ia juga harus konsekwen dengan perinsip-perinsip akhlak yamg telah di canangkan oleh Al-quran dan di anjurkan oleh Rosululloh s.a.w.
"Orang mukmin yang paling sempurna ialah orang yang paling baik akhlaqnya" (HR Ahmad)
4. Sabar
Seorang personal jihad harus memiliki kesabaran dan ketetapan, karena jalan yang akan di lalui di medan da'wah penuh dengan onak dan duri, tebing dan jurang, haling-rintang bahkan jalan menurun yang berujung pada kenistaan. Kesejatian seorang mujahid terlihat pada saat terjadinya kerisis dan kegoncangan. Ia tidak merasa lemah dan sedih oleh kerisis materi maupun penindasan manusia. Jiwanya selalu tegar dan tidak kenal menyerah, walaupun musuh yang di hadapi lebih banyak jumlahnya.
Namun kesabaran ini tidak boleh disalah artikan. Dalam masa kegelapan dan kelemahan ini orang sering salah mengartikan sabar sebagai menyerah terhadap kezholianman yang menimpanya, tidak mau melakukan pembelaan, meskipun haq-haqnya di rampas dan harga dirinya di perkosa. Malah sikap seperti ini di cap Alloh sebagai zholim linafsi (menganiaya diri sendiri) dan akan di timpa kehinaan dan siksaan.
"Sesungguhnya orang-orang yang di wafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagai mana kamu ini ?". Orang-orang itu tempatnya neraka jahanam, dan jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali". (QS. An-Nisa : 97)
5. Ikhlash
Ikhlas ialah menunjukan niat semata-mata taat kepada Alloh dan membersihkannya dari pandangan makhluk. Ikhlas merupakan sikap melupakan pandangan makhluk dengan cara selalu memandang kepada khaliq. Ia merupakan makna kemerdekaan, ketinggian dan dari nafsu kemanusiaan yang berlebihan. Karena sikap personil jihad harus ikhlas melakukan perjuangannya di medan da'wah ini karena Alloh.
Personil jihad adalah prajurit yang taterkenal dan yang tidak ambisius buta, Ambisiusnya hanyalah agar amalnya di terima oleh Alloh SWT, personil jihad dapat meningkatkan derajatnya dengan memurnikan arah perjuangannya hanya kepada Alloh dan menumpukan kepada keridhaan-nya, tanpa tujuan di pandang oleh manusia. Di bawah ini adalah firman Alloh yang cukup sebagai motivasi personil jihad dalam melangkah di gelanggang jihad ini dengan penuh rasa keikhlasan.
"…Barang siapa mengharap perjuangan dengan Roobbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya."
Khatimah
Dari seluruh pembahasan dapatlah di ambil kesimpulan bahwa "Daulah Islamiyah" tidak dan tidak akan terwujud oleh personil-personil jihad yang menjalankannya masih mempunyai watak-watak kotor yang akan menyebabkan tidak turunnya karunia Alloh. Maka dari itu seyogyanya personil-personil ihad memiliki karakter-karakter personil jihad yang idealis yang insya Alloh Alloh akan menurunkan karunianya sehingga "Daulah Islamiyah" dapat terwujud dengan pertolongannya dan nyatalah yang haq sehingga dien ini hanya untuk Alloh.

by. suyuh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar